KEUNGGULAN RELATIF KAMBING PERSILANGAN BOER DAN KACANG

Ratna Dewi, Ir Wardoyo

Sari


Persilangan adalah salah satu metode peningkatan mutu genetik ternak untuk meningkatkan produktivitas ternak dalam waktu relatif singkat. Kambing Boer dipilih untuk meningkatkan produktifitas kambing Kacang karena kambing jenis ini memiliki proporsi badan yang bagus dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi genetik pejantan Boer berdasarkan performa hasil persilangannya dengan kambing Kacang di UPT Agriscience Technopark UNISLA. Materi yang digunakan adalah 8 jantan dan 11 betina kambing persilangan Boer dengan kambing Kacang. Variabel yang digunakan adalah bobot lahir dan bobot sapih. Data bobot lahir (BL) dan bobot sapih (BS) dianalisa dengan analisis ANOVA. Perbedaan mean dianalisa dengan Duncant Multiple Range Test. Bobot Lahir (BL) dari persilangan kambing Boer dan Kacang adalah 2,525 + 0,91 kg untuk jantan dan 2,16 + 0,56 kg untuk betina. Bobot Sapih (BS) adalah 10,67 + 4,57 kg untuk jantan dan 8,36 + 2,34 kg untuk betina


Kata Kunci


Persilangan, Pejantan Boer, Kambing Kacang, Performa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Barry, D.D. and R.A Godke. 1991. The Boer goat: The potensial for crossbreeding. Proceedings of the National symposium on goat meat production and marketing. August 16-18, 1991, Tulsa, Oklahoma. Langston university, Langson, OK, USA. pp. 180-189.

Cameron, M.R., J. Luo, T. Sahlu, S.P. Hart, S.W. Cole and A.L. Goetsch. 2001. Growth and slaughter traits of Boer x Spanish, Boer x Angora and Spanish goats consuming a concentrate-based diet. J. Anim. Sci. 79: 1423-1430.

Devendra, C. and G.B. McLeroy. 1982. Goat and Sheep Production in the Tropic. Toppan Printing. Co. (S). Pte. Ltd. Singapore.

Elieser, S., M. Doloksaribu, F.Mahmilia, A. Tarigan dan E.Romjali. 2007. Loka Karya Nasional Kambing Potong: Bobot Lahir Beberapa Genotipe Kambing Hasil Persilangan. Loka penelitian kambing potong. Sei Putih. http://peternakan.litbang.deptan.go.id

Erasmus. J.A. 2000. Adaptation to various environments and resistance to disease of improved Boer goat. Small Rumi. Res. 36: 179-187.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Kostaman, T., dan I.K. Sutama. 2005. Laju pertumbuhan kambing anak hasil persilangan antara kambing boer dengan PE pada periode prasapih. Balai Penelitian Ternak.Bogor. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. Vol 10 : 2.

Lu, C.D. 2002. Boer Goat Production: Progress and Perspective. Vice Chancellor of Academic Affairs, University of Hawai’i. Hilo, Hawai. http://www.uhh.hawaii.edu/uhh/vcaa/

Mahmilia, F., dan A. Tarigan. 2007. Lokakarya Nasional Kambing Potong: Karakteristik Morfologidan Performans Kambing Kacang, Kambing Boer, dan Persilangannya. Loka Penelitian Kambing Potong. Sei Putih.http://peternakan.litbang.deptan.go.id

Mahmilia, Fera dan M. Doloksaribu. 2010. Keunggulan Relatif Anak Hasil Persilangan antara Kambing Boer dengan Kacang pada Periode Prasapih. JITV Vol. 15 No. 2 Th. 2010: 124-130.

Morand-Fehr. 1981. Growth. In: Goat Production. GALL, C. (Ed.). Academis Press, London. Pp. 253-283.

Nurgiartiningsih. 2011. Evaluasi Genetik Pejantan Boer Berdasarkan Performans Hasil Persilangannya dengan Kambing Lokal. Jurnal Ternak Tropika Vol. 12, No.1: 82-88.

Pitono, A.D., E. Romjali dan R.M. Gatenby. 1992. Jumlah anak lahir dan bobot lahir domba lokal Sumatera dan hasil persilangannya. JPP Sungei Putih. 1: 13-19.

Prieto, I., A.L. Goetsch, V. Banskalieva, M. Cameron, R.Puchala, T. Sahlu, L.J. Dawson and S.W. Coleman. 2000. Effects of dietary protein concentration on postweaning growth of Boer crossbred and Spanish goat wethers. J. Anim. Sci. 78: 2275-2281.

Setiadi, B., Subandriyo, M. Martawidjaja, D. Priyanto, D. Yulisstiani, T. Sartika, B.

Tiesnamurti, K. Diwyanto & L. Praharani. 2001. Evaluasi peningkatan produktivitas kambing persilangan. Kumpulan Hasil Penelitian Peternakan APBN Tahun Anggaran 1999/2000. Buku I. Penelitian Ternak Ruminansia Kecil. Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. 157-178.

Subandriyo. 2007. Lokakarya Nasional Kambing Potong: Strategi Pemanfaatan Plasma Nutfah Kambing Lokal dan Peningkatan Mutu Genetik Kambing di Indonesia. Balai Penelitian Ternak Bogor.

Sutama, I. K. 2005. Lokakarya Nasional Kambing Potong: Tantangan dan Peluang Peningkatan Produktivitas Kambing melalui Inovasi Technologi Reproduksi. Balai Penelitian Ternak Bogor.

Ted, Shipley and L. Shipley. 2005. Why you should raise Boer goats “Meat for the future”. Indonesiaboergoat.com.

Van Niekerk, W.A., and N. H. Casey. 1988. The Boer Goat II. Growth, nutritient requirements, carcass and meat quality. Departement of Livestock Science, Faculty of Agriculture, University of Pretoria. South Africa. Rumin. Res




DOI: https://doi.org/10.30736/ternak.v9i1.26

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




 

 Indexed in :

 

  

  

 

JURNAL TERNAK by: http://jurnalpeternakan.unisla.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License