Saluran Komunikasi Lembaga Riset Publik dalam Penyiapan Teknologi Peternakan Mendukung Pengembangan Subsistem Agribisnis Hulu

Vyta W. Hanifah(1*), Istriningsih Istriningsih(2), Yovita Anggita Dewi(3),

(1) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Terknologi Pertanian (BBP2TP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pembangunan pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur dihadapkan pada perlunya inovasi teknologi pengelolaan lahan kering, khususnya untuk komoditas jagung dan ternak sapi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT telah banyak menghasilkan inovasi teknologi, namun pada beberapa kasus masih dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan saluran komunikasi melalui penelusuran saluran komunikasi dalam penyiapan inovasi pertanian berbasis pengguna mendukung pengembangan subsistem agribisnis hulu oleh BPTP NTT dalam kaitannya dengan Balit Serealia (teknologi jagung) dan Lolit Sapi Potong (teknologi ternak). Pengumpulan data dilakukan selama bulan April-September 2012 menggunakan panduan wawancara terstruktur dengan melibatkan manajemen di ketiga lembaga Litbangtan, swasta (PT Bina Mentari) dan perguruan tinggi (Fakultas Peternakan IPB). Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting dan interaksi yang terjalin antara lembaga penghasil teknologi dengan pengguna. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses penciptaan teknologi peternakan oleh lembaga riset publik masih belum mencerminkan adanya upaya penjaringan umpan balik dari pengguna, salah satunya sebagai akibat dari tidak berfungsinya komisi teknologi di daerah. Saluran komunikasi pada proses penyaluran teknologi dari Balit Serealia dan Lolit Sapi Potong ke BPTP NTT sudah terorganisir dengan baik. Pembelajaran dari swasta dan perguruan tinggi mencerminkan adanya pola dan strategi komunikasi yang lebih baik, seperti berjalannya proses penjaringan isu dan informasi dari pengguna, proses umpan balik teknologi, sampai adanya jaminan mutu (after sale) untuk menjaga kualitas sekaligus eksistensi lembaga. Oleh karena itu disarankan perlunya pertemuan konsolidasi yang melibatkan pelaku subsistem agribisnis di hulu, di hilir, pelaku subsistem usahatani dan pelaku subsistem jasa penunjang untuk saling memberikan umpan balik pengembangan sistem agribisnis itu sendiri.

 

Kata Kunci: saluran komunikasi, teknologi peternakan, subsistem agribisnis hulu, lembaga riset publik


Keywords


saluran komunikasi, teknologi peternakan, subsistem agribisnis hulu, lembaga riset publik

References


Ashby, JA dan Sperling, L 1995, ‘Institutionalizing Participatory, Client-Driven Research and Technology Development in Agriculture’. Development and Change, vol. 26, hal: 753-770.

Badan Pusat Statistik. 2012, Nusa Tenggara Timur dalam Angka 2012, BPS NTT, Kupang.

Cleaver F 2001, Institutions, Agency and the Limitations of Participatory Approaches to Development, in Cooke B and Kothari U (eds.), Participation: The New Tyranny?, Zed Books, London, New York, hal. 36 – 55.

Hayami, Y & Peterson, W. 1972, ‘Social Returns to Public Information Services: Statistical Reporting of U.S. Farm Commodities’, American Economic Review, vol. 62 no. 1, pp. 119 – 130.

Horne, PM & Stur, WW. 2003, Pemecahan masalah bidang pertanian bersama petani kecil – cara memulai pendekatan partisipatif, trans. M Tuhulele, TM Ibrahim, Ibrahim, DAH Suparto, Heriyanto, Elvira dan Tugiman, Monograph ACIAR No. 99b, ACIAR & CIAT, buku asli diterbitkan pada tahun 2003.

Hotden Leonardo Nainggolan, H. L. dan J. Aritonang. 2012. Pengembangan sistem agribisnis dalam rangka pembangunan pertanian berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Presisi Menuju Pertanian Berkelanjutan. Medan 3 April 2012. BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu-Ilmu Pertanian.

Indraningsih, KS, Sugihen, BG, Tjitropranoto, P, Asngari, PS, dan Wijayanto, H. 2010, ‘Kinerja penyuluh dari perspektif petani dan eksistensi penyuluh swadaya sebagai pendamping penyuluh pertanian’, Analisis Kebijakan Pertanian, vol. 8 no. 4, pp. 303-321.

Iswandi. 2010, Inovasi teknologi konservasi lahan kering berlereng dan strategi pengembangannya, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta Selatan.

Kementerian Pertanian 2011, Permentan No. 44 Tahun 2011, Kementan, Jakarta.

Leeuwis, C. 2004, Communication for rural innovation: rethinking agricultural extension, with Ban, AW van den, Blackwell Publishing, Oxford, original work published 1974.

Quarry W and Ramirez R 2009, Communication for Another Development: Listening Before Telling, Zed Books, London, New York.

Saragih, B. 2010, Agribisnis paradigm baru pembangunan ekonomi berbasis pertanian, IPB Press dan Food and Agribusiness Center, Bogor.

Saragih, B. 1998. Kumpulan Pemikiran Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Yayasan Persada Mulia Indonesia.

Sarwani, M, Jamal, E, Subagyono, K, Sirnawati, E, dan Hanifah, VW. 2011, ‘Diseminasi di BPTP: pemikiran inovatif transfer teknologi spesifik lokasi’, Analisis Kebijakan Pertanian, vol. 9 no. 1, pp. 73-89.

Soekartawi. 2001. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. PT Raja Grafindo. Jakarta.


Article Metrics

Abstract reads: 430 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 14 times

DOI: https://doi.org/10.30736/jy.v10i2.42

Copyright (c) 2019 Vyta W. Hanifah, Istriningsih Istriningsih, Yovita Anggita Dewi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexing at :

    
   
     



Editorial Office

Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan

 Jl. Veteran 53 A Lamongan, Kampus Universitas Islam Lamongan

 ternak@unisla.ac.id/ m.fathulamin@unisla.ac.id/ dyanovita@unisla.ac.id

 +62857-5552-3443 / +6285852062381

 

 Licensed :

Creative Commons License

Jurnal Ternak is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. 

 

Article Metrics

Abstract view : 430 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 14 times